Minggu, 13 Januari 2019

Macam-macam Pengemasan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Kemasan dapat diartikan sebagai wadah atau pembungkusyang berguna mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakankerusakan pada bahan yang dikemas atau yang dibungkusnya.


Tujuan pengemasan karya kerajinan, antara lain seperti berikut.

• Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan.
• Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen.
• Kemasan dapat mendukung program pemasaran.
Melalui kemasan, identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing.
• Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan semenarik mungkin.

Manfaat pengemasan karya kerajinan, antara lain sebagai berikut.

• Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik, dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca.
• Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya (ciri pembeda produk).
• Kemasan yang menarik dapat memikat dan menarik perhatian konsumen (menambah daya tarik produk).
• Kemasan dapat menambah nilai jual produk.

Jenis bahan kemasan karya kerajinan, antara lain sebagai berikut.

1.      Kemasan Kertas

produk kemasan kertas


Kemasan kertas merupakan kemasan fleksibel yang pertama sebelum ditemukannya plastik dan aluminium foil. Saat ini kemasan kertas masih banyak digunakan dan mampu bersaing dengan kemasan lain seperti plastik dan logam karena harganya yang murah, mudah diperoleh, dan penggunaannya yang luas. Kelemahan kemasan kertas untuk mengemas adalah sifanya yang sensitif terhadap air dan mudah dipengaruhi oleh kelembaban udara lingkungan. Berikut  contoh kemasan dari bahan kertas.



2. Kemasan Kayu

Kayu merupakan bahan pengemas tertua yang diketahui oleh manusia dan secara tradisional digunakan untuk mengemas berbagai macam produk padat seperti barang antik dan emas, keramik, dan kain. Kayu adalah bahan baku dalam pembuatan palet, peti atau kotak kayu di negara-negara yang mempunyai sumber kayu alam dalam jumlah banyak. Tetapi saat ini penyediaan kayu untuk pembuatan kemasan juga banyak menimbulkan masalah karena makin langkanya hutan penghasil kayu. Desain kemasan kayu bergantung pada sifat dan berat produk, konstruksi kemasan, bahan kemasan, dan kekuatan kemasan, dimensi kemasan, metode dan kekuatan.

produk kemasan kayu


Penggunaan kemasan kayu baik berupa peti, tong kayu atau palet sangat umum di dalam transportasi berbagai komoditas dalam perdagangan internasional. Pengiriman produk kerajinan seperti keramik sering dibungkus dengan peti kayu agar dapat melindungi keramik dari risiko pecah. Kemasan kayu umumnya digunakan sebagai kemasan tersier untuk melindungi kemasan lain yang ada di dalamnya. Dalam mendesain kemasan kayu, diperlukan proses alternatif dan bahan-bahan teknik yang tepat untuk membuat kemasan yang lebih ekonomis.

3. Kemasan Plastik

produk kemasan plastik


Kemasan yang paling banyak kita temui adalah kemasan plastik. Beberapa jenis kemasan plastik yang dikenal adalahpolietilen, polipropilen, poliester, nilon, danvinil film. Enam puluh persen penjualan plastik yang ada di dunia menggunakan kemasan plastik polistiren, polipropilen,polivinil klorida, dan akrilik. Produk kerajinan banyak menggunakan kemasan plastik jenisakrilik. Akrilik adalah nama kristal termoplastik yang jernih dengan nama dagang Lucie, Barex dan Plexiglas.

Beberapa sifat akrilikadalah kaku dan transparan, penahan yang baik terhadap oksigen dan cahaya, titik leburnya rendah. Akrilik banyak digunakan sebagai bahan pelapis untuk bahan keras, dan dahulu digunakan untuk gigi palsu dan kacamata. Berikut contoh kemasan dari bahan plastik. Produk karya kerajinan yang siap dipasarkan sebaiknya dikemas dengan baik agar terlihat lebih menarik dan terlindung dari kerusakan. Kemasan dibuat dengan memperhatikan jenis bahan dan bentuk produk kerajinannya

 Kemasan untuk produk kerajinan yang terbuat dari bahan alam dapat diberi silica antijamur yang dapat dibeli di toko kimia. Kemasan tidak hanya disiapkan untuk karya kerajinan yang dijual, tetapi juga karya kerajinan yang akan dipamerkan. Bahan untuk kemasan bisa dibuat dari bahan alam, maupun bahan sintetis. Misalnya karya keramik diberi kemasan kotak kayu, aksesori batu diberi wadah kotak dari kardus, perhiasan perak diberi wadah kotak berlapiskan bludru, dan sebagainya.

contoh produk kemasan



Minggu, 06 Januari 2019

Jenis Karakteristik Bahan Lunak

Beberapa bahan lunak yang dimanfaatkan dalam proses pembuaan berbagai jenis produk kerajinan dibagi menjadi dua jenis produk sebagai berikut.
(A). Bahan Lunak Alam, dan (B). Bahan Lunak Buatan.

1. Bahan Lunak Alam

Bahan lunak alam adalah bahan lunak untuk suatu karya kerajinan yang digunakan dan diperoleh dari alam sekitar serta cara pengolahannya juga masih alami, tidak dicampur atau dikombinasi dengan bahan buatan. Contoh bahan lunak alam seperti tanah liat, kulit, getah nyatu, bubur tisu, dan flour clay.

2. Bahan Lunak Buatan

Bahan lunak buatan adalah bahan lunak untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak, lembut, empuk serta mudah dibentuk. Berbagai macam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Beberapa bahan lunak buatan yang bisa digunakan untuk membuat suatu kerajinan seperti polymer clay, gips, fiberglas, lilin, sabun, dan parafin.

Keberagaman bahan lunak ini tentunya juga memiliki karakteristik yang atu ciri khas yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya dan berikut beberapa ciri dari bahan lunak yang patut untuk diketahui dan dimengerti.

a. Bahan lunak alam.

Yang terdiri dari : Tanah liat,Kulit,Getah nyatu,Bubur tisu, dan Plour clay.

Tanah liat memiliki warna yang beragam, tetapi semuanya jenisnya memiliki warna alami tanah, yaitu warna coklat. Ada pula yang berwarna coklat muda, coklat tua, coklat keabu-abuan, dan coklat keputihan. Setiap warna yang dihasilkan oleh tanah, bergantung pada kandungan tanah itu sendiri. Tanah yang kandungan kaolinnya lebih banyak akan berwarna lebih putih, stoneware akan lebih kehitaman/keabu-abuan, sedangkan earthenware akan lebih terlihat cokelat kemerahan.


1. Tanah liat.
  • Tanah liat stoneware memiliki daya bakar hingga 1300 derajat celcius sedangkan earthenware hanya sekitar 900 derajat celcius.
  • Tanah liat akan mudah hancur jika tidak melalui proses pembakaran. jika dibakar, maka jenis kerajinan ini disebut dengan keramik.
  • Campuran tanah liat adalah air.
  • Pewarnaan tanah liat dapat menggunakan pewarna glasir ( pembakaran dengan suhu tinggi hingga 1300 derajat celcius), dan dapat pula dibakar hingga 900 derajat celcius lalu diberi warna cat secara langsung.

2. Kulit.
  • Kulit berasal dari kulit hewan yang sudah tersamak sehingga memudahkan untuk dibentuk.
  • Kulit hewan ada yang berwarna hitam, putih, coklat ataupun krem sesuai dengan jenis hewan yang dimanfaatkan kulitnya.
  • Kulit alami jika dibakar akan beraroma seperti aroma sate.
  • Kulit tidak tahan dengan lembab atau air yang jika terkena air maka struktur kulit akan rusak dikerakan terjadinya pembusukan oleh bakteri.

3. Getah Nyatu.
  • Getah nyatu adalah getah yang berasal dari pohon nyatu yang getahnya berwarna putih.
  • Dengan getahnya yang memiliki warna dasar putih, maka memungkinkan untuk dicampurkan dengan warna lain. Pewarna yang digunakan untuk dicampurkan juga berasal dari alam sehingga warna yang dihasilkan juga natural meski tak secemerlang pewarna buatan.
  • Jika hendak dibentuk, getah harus dimasak terlebih dahulu agar teksturnya lunak dan mudah dibentuk.
  • Jika dipanaskan akan melunak, namun lama kelamaan akan mengeras.

4. Flour Clay.
  • Flour Clay berasal dari adonan tepung yang dilumat hingga kalis dan mudah dibentuk.
  • Flour Clay juga dicampurkan dengan air.
  • Kerajinan dari bahan Flour Clay tidak tahan air, sebab akan mudah rusak.
  • Pewarnaan Flour Clay dapat dilakukan dengan pewarna makanan atau sintetis agar bisa menghasilkan warna yang cemerlang.


b. Bahan Lunak Buatan.
Jenis Karakteristik Bahan Lunak
Jenis Karakteristik Bahan Lunak 
Bahan lunak buatan adalah sesuatu yang diolah oleh manusia dari bahan kimia serta paduannya, tidak merupakan bentuk asli dari alam dengan maksud untuk mendapatkan efek duplikasi bahan alam dan bersifat lunak. Beberapa contohnya yaitu :

1. Polymer Clay
  • Polymer clay dan plastisin memiliki ciri-ciri yang serupa, memiliki aneka macam warna yang cerah serta memiliki tekstur padat yang lunak.
  • Perbedaannnya hanyalah pada Polymer clay tidak mengandung minyak, sedangkan platisin memiliki kandungan minyak.
  • Pada saat dikeringkan, Polymer clay dapat mengeras, sedangkan platisin tidak (tetap seperti bentuk semula).

2. Fiberglass.
  • Fiberglass memiliki struktur cair dan jika mengering maka akan mengeras.
  • Fiberglass juga dapat dibentuk ketika setengah mengeras dengan menggunakan cetakan atau di cor.
  • Campuran Fiberglass adalah katalis. Katalis inilah yang akan membuat Fiberglass dapat mengeras dengan cepat.
  • Pewarna Fiberglass dilakukan pada waktu masih dalam keadaan cair maupun saat bahan sudah mengering.
  • Fiberglass Tahan lama dan kuat. Wujudnya bening seperti kaca atau air, sehingga dapat dibentuk kerajinan yang menyerupai air.

3. Lilin dan Parafin.
  • Lilin dan Parafin berwujud padat, namun jika dipanaskan akan mencair.
  • Pengolahan kerajinan dengan bahan lilin dan Parafin dapat dilakukan dengan cara menggunakan cetakan atau dicor.
  • Pewarnaanya dilakukan pada saat lilin sedang dalam keadaan cair.
  • Lilin dan Parafin dapat dicampurkan juga dengan aroma pewangi tertentu dengan kesan untuk menambah sensasi saat digunakan.
  • Lelehan lilin atau parafin yang terbuang dapat dipanaskan dan dicetak kembali.

4. Gips. 
  • Bentuk atau wujud dari bahan Gips adalah berbentuk serbuk, dicampurkan dengan air menjadi adonan yang kental. Adonan inilah yang akan menjadi keras jika didiamkan. Oleh sebab itu, mengolah Gips harus dengan cara dicor atau dicetak.
  • Pewarnaan Gips biasanya dilakukan setelah produk dari Gips sudah jadi.
  • Produk Gips ini mudah pecah sehingga harus berhati-hati saat mencoba membuat karya dari bahan ini.

5. Sabun.
  • Sabun berwujud padat sehingga dapat langsung diukir saat padat.
  • Sabun juga dapat diparut/dihaluskan dan dibentuk seperti flour clay.
  • Sabun yang didiamkan akan mengeras.
  • Pewarnaan pada sabun dilakukan dengan mempertahankan warna sabun atau dapat pula ditambahkan dengan biang warna saat sabun dibuat menjadi adonan.   

Teknik Pembuatan Kerajinan Keramik

Indonesia memiliki kerajinan keramik dari berbagai daerah yang berciri khas. Setiap daerah mempunyai keunikan dari bentuk, teknik hingga ragam hias yang ditampilkan. Seperti Sentra Kerajinan Keramik Dinoyo, Malang. Keramik Dinoyo memang terkenal memiliki karakter sendiri dalam pola hiasannya yaitu lebih ke motif flora dan fauna. Sentra kerajinan keramik Kiaracondong di Kota Bandung, bentuk keramik yang biasa dibuat berupa vas bunga, guci, dan berbagai souvenir keramik untuk berbagai event. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik Indonesia yang kental akan corak budaya yang membedakannya dengan keramik China, Jepang, atau Eropa.


Bahan Pembuatan Keramik

Bahan utama yang digunakan untuk membuat produk keramik klasik, yaitu lempung. Lempung adalah aluminium silikat hidrat yang tidak terlalu murni yang terbentuk sebagai hasil pelapukan dari bahan beku. Terdapat tiga jenis lempung/tanah liat utama yang di bedakan oleh warna, ukuran partikel, sifat keliatannya yaitu :
  • Tanah liat kaolin berwarna putih, berukuran partikel sederhana, kurang keliatannya/sifat plastis.
  • Tanah liat bola (ball clay) berwarna hitam atau kelabu, berukuran partikel halus, keliatan yang tinggi.
  • Tanah liat api (fire clay) berwarna kemerahan, berukuran partikel antara sederhana dan besar dan komposisi besi oksida yang tinggi. Kedua-dua tanah liat kaolin ini kebanyakan di gunakan dalam industri keramik konvensional seperti industri pembuatan piring, mangkuk, peralatan kamar mandi, lantai dan dinding, perhiasaan rumah seperti pot bunga porselin, peralatan listrik untuk voltan rendah dan tinggi./li>

Alat Pembuatan Keramik

Alat putar tangan 
Alat putar ini merupakan alat yang paling sederhana dan digerakkan atau diputar dengan tenaga 
tangan. Kepala putaran selain sebagai tempat memutar juga berfungsi sebagai beban pemberat agar putaran lebih tahan lama. Bagian-bagian alat putar tangan: A. Kepala putaran, B. As putar, C. Lager (bearing), dan D. Dudukan putaran. Cara pengoperasian : Kepala putaran diputar menggunakan tangan kiri berlawanan dengan arah jarum jam sampai berputar dengan cepat.

Alat putar kaki

Alat putar ini merupakan alat yang digerakkan atau diputar dengan kaki. Penggerak alat putar kaki dapat dibedakan menjadi dua yaitu roda pemutar (fly wheel) dan pedal (treadle wheel). Roda pemutar dan kepala putaran yang menggunakan pedal juga berfungsi sebagai beban pemberat sehingga putaran yang dihasilkan menjadi lebih lama. Bagian-bagian Kick Wheel: Kepala putaran, As putaran, Lager (bearing), Roda pemutar (fly wheel), Meja, Dudukan kaki, Dudukan lager, H. Tempat duduk

Tungku pembakaran

Tungku pembakaran atau kiln adalah suatu tempat/ruangan dari batu bata tahan api yang dapat dipanaskan dengan bahan bakar atau listrik dan dipergunakan untuk membakar benda-benda keramik. Fungsi tungku pembakaran adalah untuk membakar benda-benda keramik yang disusun di dalamnya dan dibakar dengan menggunakan bahan bakar khusus (kayu, batu bara, minyak, gas, atau listrik) sampai semua panas menyebar dan membakar semua yang ada di dalam tungku itu. Pembakaran atau radiasi panas berlangsung di dalam tungku atau di bawah ruang bakar dan kelebihan asap keluar melalui saluran api atau cerobong tungku. Sirkulasi panas harus dibiarkan  secara merata dan bebas di sekeliling benda pada saat dibakar.

Slab Roller

Untuk membuat lempengan tanah liat plastis yang digerakkan dengan sistem mekanik. Alat ini juga dilengkapi dengan ukuran untuk menentukan ketebalan lempengan tanah liat. Ukuran: panjang 122 cm, lebar 82 cm, dan tinggi 109 cm.

Jarum (needles) 

Untuk memotong bibir, menusuk gelembung udara, dan menggores benda kerja. Ukuran: panjang total 14 cm, mata jarum 4 cm.
Kaliper (caliper)

Untuk mengukur diameter benda kerja. Ukuran: panjang 20 cm, 25 cm, dan 30 cm, bahan alumunium, plastik atau kayu.


Rol kayu

Untuk membuat lempengan tanah, dengan panjang rol kurang lebih 45 cm dan diameter 6 cm–8 cm dan dilengkapi dengan bilah kayu yang panjangnya 50 cm dan tebal 0,5 cm- 0,7 cm dan lebar sekitar 3 cm.

Spons

Untuk menyerap kandungan air, menghaluskan benda kerja, dan membersihkan handtool, cetakan gips pada waktu pencucian. Ukuran: diameter 8 cm dan tebal 6 cm, bahan busa.

Butsir kawat (wire modelling tools)

Untuk merapikan, menghaluskan, mengerok, membentuk detail, dan membuat tekstur benda kerja. Ukuran panjang 22 cm, bahan kawat stainless steel, tangkai kayu sawo.

Butsir kayu (wood modelling tools)

Untuk menghaluskan, membentuk detail, merapikan, membuat dekorasi, merapikan dan menghaluskan benda kerja. Ukuran panjang 22 cm lebar 3 cm, bahan kayu sawo.

Kawat pemotong (wire cutter) Untuk memotong ujung bibir, dasar benda kerja, dan memotong tanah liat plastis. Ukuran: panjang 4 cm, panjang tangkai 6 cm, bahan kawat stainless steel.


Pisau pemotong (felting knife) Untuk memotong, mengiris lempengan tanah liat. Ukuran; panjang total 17 cm, mata pisau 8.5 cm.



Teknik dalam Pembuatan Kerajinan Keramik

a) Teknik Pijit Tekan
Teknik pijit tekan (pinch) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual. Caranya tanah liat dipijit tekan dari bentuk bola menjadi bentuk yang diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan.


  • Pijit tanah dengan ibu jari
  • Tekan tanah kemudian diputar
  • Bentuk leher dengan ibu jari
  • Membuat tutup dengan cara yang sama
  • Mengukur tutup dengan badan

b) Teknik Pilin

Teknik pilin (coil) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual caranya tanah liat digulung hingga terbentuk pilinan tanah.
  • Buat pilinan di atas meja
  • Buat lempengan lingkaran sebagai alas
  • Lilitkan pilinan di atas lempengan
  • Rapikan menggunakan butsir
  • Selesaikan bentuk dengan pilinan

c) Teknik Lempengan (slab) 

Teknik lempengan (slab) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan membentuk lempengan menggunakan rol. Lempengan digunakan untuk membuat karya keramik yang berbentuk persegi atau silinder.

Bentuk Silinder 

  • Gulung lempengan dengan cetakan silinder.
  • Potong kelebihan tanah menggunakan butsir.
  • Ratakan tanah dan beri alas lingkaran.

Bentuk Persegi 

  • Satukan 3 sisi lempengan dengan lem tanah.
  • Tambahkan sisi lainnya dan satukan dengan cara yang sama.
  • Menggunakan butsir rapikan bentuk persegi dengan hatihati.

d) Teknik Cetak

Teknik pembentukan dengan cetak dapat memproduksi barang dengan jumlah yang banyak dalam waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah berupa gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah tangga piring, cangkir, mangkok gelas dll
  • Tekan tanah ke dalam cetakan gips.
  • Angkat tanah hasil cetakan menggunakan tanah.
  • Rapikan bentuk menggunakan tusuk gigi.
  • Tuang tanah cair ke dalam cetakan.
  • Diamkan beberapa menit, lalu tuang sisa tanah cair dari cetakan.
  • Balik cetakan untuk membersihkan sisa tanah cair.
  • Buang sisa tanah yang tidak perlu.
  • Copot cetakan dari tanah.
  • Rapikan benda hasil cetakan dengan butsir.

e) Teknik putar

Teknik pembuatan keramik dengan menggunakan alat putar. Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para pengrajin di sentra-sentara keramik. Pengrajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel). Para pengrajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk- bentuk yang sama seperti gentong, guci dll
  • Tanah diletakkan pada posisi centering, lalu buat lubang di tengah gumpalan tanah.
  • Putar kickwheel dengan posisi tangan menahan bentuk tanah agar tetap centering.
  • Naikkan tanah membentuk kerucut dengan menekan tanah bagian samping untuk memadatkan.
  • Perbesar lubang dan naikan tanah liat ke atas dengan tangan perlahan-lahan.
  • Ratakan bentuk tanah membentuk silinder/vas.

Tahapan Pembuatan Keramik 
1. Pengolahan Bahan
Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai. Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering, dengan cara manual ataupun masinal. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain pengurangan ukuran butir, penyaringan, pencampuran, pengadukan (mixing), dan pengurangan kadar air. Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill. Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam. Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh. Ukuran yang lazim digunakan adalah 60 – 100 mesh.

2. Pembentukan

Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki. Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik: pembentukan tangan langsung (handbuilding), teknik putar (throwing), dan teknik cetak (casting).

3. Pengeringan

Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik. Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting: (1) Air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan, menguap, sampai akhirnya partikel-partikel saling bersentuhan dan penyusutan berhenti; (2) Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut; dan (3) air yang terserap pada permukaan partikel hilang.

4. Pembakaran

Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat, keras, dan kuat. Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi. Ada beberapa parameter yang mempengaruhi hasil pembakaran: suhu sintering/matang, atmosfer tungku dan tentu saja mineral yang terlibat (Magetti, 1982). Selama pembakaran, badan keramik mengalami beberapa reaksi-reaksi penting, hilang/muncul fase-fase mineral, dan hilang berat (weight loss).

5. Pengglasiran

Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir. Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, disemprot, atau dikuas. Untuk benda-benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang; untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan, supaya lebih kedap air, dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan.


Rabu, 02 Januari 2019

1. Apa yang dimaksud dengan kerajinan?
Jawab : Kerajinan adalah suatu benda/alat yang dibuat dari bahan organik maupun anorganik yang dibuat menggunakan alat tertentu atau menggunakan keterampilan tangan sendiri

2. Apa yang dimaksud dengan anorganik?
Jawab : Anorganik adalah bahan-bahan yang tidak dapat terurai

3. Sebutkan bahan-bahan anorganik disekitarmu!
Jawab : 
Bahan-bahan anorganik di sekitar saya : 
-botol bekas
-sedotan
-gelas plastik bekas
-plastik
-kain perca
-kertas karton
-bungkus bekas minuman (misal, bungkus kopi)

4. Sebutkan contoh-contoh bahan kerajinan dari anorganik!
Jawab :
-Kerajinan "Bunga dari sedotan"
Bahan : sedotan, lem, gunting

-Kerajinan "Bros dari kain perca"
Bahan : kain perca, gunting, benang, jarum jahit, kancing

-Kerajinan "Tempat tisu dari kertas karton"
Bahan : kertas karton, cutter, pensil (untuk membuat gambar/motif-motif di kertas karton), lem G, pewarna (misal, cat air)

5. Buat desain kerajinan dari bahan anorganik!
Jawab : Kerajinan gantungan kunci dari kain flanel

Rabu, 14 November 2018

Resep Membuat Bubur Nasi

BUBUR NASI




Bubur nasi mudah dan cepat


Bahan-bahan

  1. 2 centong nasi
  2. 2 gelas air
  3. secukupnya Kaldu ayam
  4. secukupnya Garam
  5. 2 lembar daun salam
  6. Pelengkap
  7. Telur dadar
  8. Bawang merah goreng

Langkah

  1. 1. Masak nasi dengan air, masukan kaldu ayam, garam dan daun salam. Masak hingga nasi menjadi bubur, jika kurang air tambahkan air secukupnya.
    2. Goreng telur, potong panjang-panjang
  2. 3. Setelah bubur matang, sajikan dalam mangkuk.
  3. 4. Bubur siap di makan
  4. SUMBER : https://cookpad.com/id/resep/5963632-bubur-nasi-simple?via=search&search_term=bubur%20nasi

Resep Tempe Goreng

RESEP TEMPE GORENG 




Anggota kelompok :
  • Hillmy Fuaddzan Nugroho (04/8A)
  • Maya Olivia (09/8A)
  • Najwa Aainaa Hanum (12/8A)
  • Naura Rafa Ayu Devika Putri (13/8A)
  • Ninda Pritasari (14/8A)

Bahan dan alat :
Tempe Goreng Bumbu Kunyit
  1. tempe                                                      
  2. garam 
  3. saos 
  4. bawang putih 
  5. merica
  6. air
  7. minyak
  8. seledri
  9. wajan
  10. sotil
  11. serok          
  12. piring
  13. cobek
  14. ulek 
  15. pisau 
Cara Membuat :
  1. pertama-tama iris tempe menjadi tipis
  2. ulek bawang putih, garam, dan merica 
  3. setelah bumbu tersebut sudah halus, masukkan sedikit air
  4. masukkan tempe tersebut kedalam bumbu 
  5. panaskan minyak, dan masukkan tempe
  6. apabila sudah matang, angkat dan tiriskan
  7. tempe goreng siap disajikan 
sumber gambar : http://sajiansedap.grid.id/read/10740780/ini-dia-menu-pelengkap-yang-disuka-sejuta-umat-tempe-goreng-bumbu-kunyit?page=all

BULAT-BULAT BERHADIAH

  1. Krissia Tuntyana (07/8A)
  2. Naura Rafa Ayu Devika Putri (13/8A)
  3. Ninda Pritasari (14/8A)
  4. Ririn Nur Afifah (17/8A)
  5. Tegar Anaque Lanang (21/8A)
  6. Allaudya Zahwa Rahma Setyawan (25/8A)

  • Bahan :
  1. Ubi ungu
  2. Gula halus
  3. Susu kental manis (rasa vanila)
  4. Tepung terigu
  5. Cokelat 
  6. Minyak 
  7. Air
  8. Garam
  • Alat :
  1. Wajan
  2. Sothil
  3. Serok
  4. Garpu
  5. Sendok
  6. Baskom
  7. Pisau
  8. Piring
  9. Piring saji
  • Cara membuat : 
  1. Haluskan ubi ungu yang sudah dikukus dan dikupas dan letakkan di baskom
  2. Tambahkan sedikit tepung dan gula ke dalamnya
  3. Aduk hingga rata
  4. Tambahkan susu kental manis ke dalamnya secukupnya
  5. Aduk sampai rata, jika kurang manis tambahkan gula lagi
  6. Aduk sampai kalis
  7. Jika sudah kalis, buatlah bentuk bulat-bulat
  8. Tambahkan cokelat di dalam bulatan yang baru saja dibuat
  9. Goreng hingga warna kegelapan
  10. Angkat lalu tiriskan
  11. Bulat-bulat berhadiah siap dihidangkan


Rainbow Pinwheel Pointer

Popular Posts